Konteks dulu, baru tanya
Selamat datang di Hari 1.
Sebelum mulai, satu hal: hari ini kamu belajar satu teknik nyata yang akan kamu pakai berulang-ulang selama 30 hari ke depan. Bukan teori, bukan "say hi to Claude." Satu teknik konkret + latihan banding-bandingin yang bakal ngebuktiin kenapa teknik ini bekerja.
Sepuluh menit. Beneran. Siapin HP atau laptop, browser kebuka di claude.ai.
Bayangin kamu ke tukang cukur baru. Kamu duduk, terus cuma bilang:
"Mas, potong rambut."
Mungkin hasilnya oke. Mungkin enggak. Kamu gak tau sampai cermin diangkat.
Sekarang skenario kedua. Kamu duduk dan bilang:
"Mas, saya kerja kantor jadi mesti rapi. Rambut saya cepet panjang di depan dan suka turun ke mata. Yang samping jangan terlalu pendek, saya gak nyaman kalau kelihatan kulit. Yang biasa-biasa aja, model yang sama kayak terakhir."
Tukang cukurnya tau persis mau ngapain bahkan sebelum gunting diambil.
Itu konteks. Persis sama ke Claude.
Hampir semua orang yang baru pakai AI — termasuk teman kamu yang dia kira udah jago — masih nanya kayak skenario pertama. "Tulisin caption Instagram." "Bikinin pesan WhatsApp." "Saran karir saya gimana?" Hasilnya: generik, gak nempel, harus diedit banyak.
Teknik hari ini namanya "konteks dulu, baru tanya." Cara kerjanya cuma satu kalimat: sebelum kamu nanya, kasih tau Claude siapa kamu, situasi kamu, dan kenapa kamu nanya. Selesai. Itu doang.
Hari ini kamu gak cuma denger soal teknik ini. Kamu bakal nguji sendiri side-by-side. Lihat bedanya dengan mata kamu sendiri.
Step 1 — Buka claude.ai
Buka claude.ai di browser. Pastiin kamu logged in (Day 0). Klik "New chat" di pojok kiri atas supaya percakapan barunya kosong.
Step 2 — Chat pertama: tanya TANPA konteks
Paste persis ini, terus kirim:
Buatkan caption Instagram untuk foto sunset di Bali.Tunggu jawaban penuh. Baca pelan-pelan. Kira-kira:
- Berapa banyak emoji yang dia pakai?
- Kedengeran kayak siapa? Travel influencer? Brand wisata? Orang biasa?
- Kalau kamu posting hasilnya ke IG kamu, teman kamu bakal kerasa janggal gak?
Catat di kepala — atau langsung scroll ke bawah dan bandingin nanti.
Step 3 — Chat kedua: tanya PAKAI konteks
Sekarang klik "New chat" lagi. Chat lama tetap ada di sidebar — nanti kita balik buat banding.
Di chat baru ini, kamu paste template di bawah — tapi dulu, pilih salah satu starter persona yang paling deket sama kamu, terus edit detail-detailnya. Lima belas detik. Jangan dua menit.
Pilih satu, edit, paste ke Claude:
— pilih persona di atas, terus template munculnya di sini —
Edit kurung-kurung [...]. Kirim ke Claude. Tunggu jawaban penuh.
Step 4 — Bandingin side-by-side
Sekarang ini bagian yang penting. Di sidebar kiri Claude, kamu punya dua chat:
- Chat 1 (tanpa konteks) — yang generik
- Chat 2 (pakai konteks) — yang baru
Klik bolak-balik antar dua chat. Baca ulang dua-duanya pelan-pelan.
Tiga pertanyaan, jawab sendiri di kepala:
- Mana yang kedengaran lebih kayak kamu? Mana yang kalau diposting, kayaknya beneran kamu yang nulis?
- Mana yang bisa langsung kamu pakai? Yang generik perlu diedit berapa persen? Yang pakai konteks?
- Bedanya kerasa di bagian mana? Pilihan kata? Panjangnya? Vibe? Spesifiknya?
Buat 90% pengguna baru, gap-nya kelihatan banget. Ada yang kerasa Claude tiba-tiba "ngerti" kamu. Itu bukan magic — itu konteks.
Step 5 — Catat persona kamu
Sekarang, sebelum lanjut: buka Notes di HP kamu (atau Notion, atau Google Keep — apa aja yang lo simpan tulisan sehari-hari).
Bikin catatan baru, kasih judul "Konteks gue buat Claude." Paste persona yang kamu pilih, dengan kurung-kurung [...] udah diisi.
Contoh isi catatan kamu (sesuaiin dengan situasi kamu):
Saya 24 tahun, kerja di marketing agensi kecil di Jakarta. Pengikut Instagram saya kebanyakan teman kantor dan beberapa klien. Gaya saya santai tapi profesional — saya gak pakai banyak emoji atau quote klise.
Selama 30 hari ke depan, paste ini duluan setiap kali kamu nanya hal kerjaan ke Claude. Itu langkah kecil yang ngubah segala hasilnya.
Sampe sini dulu — sisanya butuh akun.
Hari 1 gratis buat dicoba. Buat ngerjain refleksi, ngeklaim streak, dan buka hari-hari berikutnya — daftar dulu. Cuma butuh akun Google atau email. Gratis.